Teks Gerak

mengajar dan mendidik adalah tugas mulia, lakukan dengan penuh keikhlasan

Senin, 13 Agustus 2012

Bab I Mapel Akhlaq Kelas XII Agama


TORIQOT, TOKOH, DAN AJARANNYA
A. Tarekat
1. Pengertian Tarekat
Secara etimologi, kata tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang mempunyai arti : (1) jalan atau petunjuk jalan atau cara, (2) Metode, sistem (al-uslub), (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab), (4) keadaan (al-halah), (5) tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).
Dalam pengertian terminologi, para ahli mendefinisikan tarekat sebagai berikut :
a. Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali : jalan atau tingkah laku tertentu bagi orang-orang yang berjalan (beribadah kepada Tuhan) melalui pos (al-manazil) menuju ke tingkat yang lebih tinggi yaitu stasiun-stasiun (al-maqamat). Menurut Hamka, di antara makhluq dan Khaliq itu ada perjalanan hidup yang harus ditempuh sang makhluq. Inilah yang dinamakan tarekat.
b. Menurut Amin Kurdi : tarekat adalah cara mengamalkan syarian dan menghayati inti syariat itu serta menjauhkan diri dari hal-hal yang bias melalaikan pelaksanaan tujuan syariat.
c. Menurut Harun Nasution : jalan yang harus ditempuh seorang sufi dalam tujuan untuk berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Tarikat kemudian mengandung arti organisasi (tarikat), tiap tarikat mempunyai Syekh, upacara ritual dan bentuk zikir sendiri
d. Menurut Abu Bakar Aceh : jalan, petunjuk dalam melakukan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang telah ditentukan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW., dan dikerjakan oleh Sahabat, Tabi’in dan Tabi’t tabi’in sampai kepada guru-guru, sambung-menyambung dan rantai berantai.
Dari pengertian di atas, maka terekat memiliki dua pengertian.
a. Metode pemberian bimbingan sipritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Tarekat dalam pengertian ini adalah jalan yang harus ditempuh seorang salîk di mana sejumlah maqâmat dan ahwâl harus ditempuhnya agar sampai kepada tujuan akhir, yaitu mencapai hakikat. Pengertian tarekat seTarbiyah ini dapat dijumpai dalam tulisan al Junaid (w.819), al Hallâj (w.922), al Sarâjj (w.988), al Hujwirî (w.1072), dan al Qusyairî (w.1074). Maka dengan demikian tarekat abad ke 9 dan 10 M lebih berorentasi pada perorangan (individu) dengan kehidupan sufistik sebagai ciri utamanya. Dari praktek individu itu tarekat kemudian muncul dalam bentuk ritual yang diamalkan secara bersama-sama melalui praktek sufistik. Tujuan utama penciptaan praktek-praktek keagamaan itu tidak lain, kecuali untuk mendekatkan diri kepada Sang pencipta, bahkan kalau bisa merasa bersatu dengan Tuhan. Akan tetap dalam kenyataannya, tekhnik-tekhnik yang diciptakan oleh pemuka-pemuka tarekat ada yang mendatangkan kesesatan dan penyimpangan dari tujuan semula. Dalam masa-masa selanjutnya. tarekat pun mengalami pelurusan dan pembaharuan. Hasilnya adalah dibangunan nya secara rinci etika bertarekat, termasuk mengenai tata-tertib hubungan murîd dan-Syeikh, cara-cara berkhalwat, tafakkur, zikir, dan sebagainya.
DOWNLOAD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar